Kampung Virtual
Selamat Datang di Kampung Virtual







Love & Romance
 
IndeksIndeks  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
Latest topics
» hening....
Mon Jul 25, 2011 7:21 am by nagoya

» Olive Pad Spec
Mon Jul 18, 2011 1:18 pm by etoro

» Kuliner Peranakan di Madam Kwok
Fri Jul 15, 2011 5:55 am by fruiser

» Jangan Masukkan Buah Ini dalam Kulkas
Wed Jul 13, 2011 6:21 am by 2011

» Netbook Acer
Wed Jul 13, 2011 6:06 am by 2011

» Di Balik Pembuatan 'Surat Kecil Untuk Tuhan'
Tue Jul 12, 2011 2:54 pm by 2011

» Museum Bahari Jakarta
Tue Jul 12, 2011 10:14 am by 2011

» Deteksi Dini, Cegah Kanker Prostat
Tue Jul 12, 2011 9:46 am by 2011

» Rumah Lanting, Potensi Wisata Budaya di Tepi Sungai
Tue Jul 12, 2011 9:24 am by etoro

Mailing List
Masukan email-mu :
Kampung Virtual FB
Share ke Facebook
Share via Twitter
Kampung Twitter

Iklan Anda
Kampung Virtual IndoStarBux Kampung Virtual idr-clickit Kampung Virtual Bux7

DBClix

Visitor
free counters

Share | 
 

 Rumah Lanting, Potensi Wisata Budaya di Tepi Sungai

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
etoro



Jumlah posting: 6
Join date: 09.07.11

PostSubyek: Rumah Lanting, Potensi Wisata Budaya di Tepi Sungai   Tue Jul 12, 2011 9:15 am

Rumah Lanting, Potensi Wisata Budaya di Tepi Sungai



Pemerintah Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), masih menempatkan rumah lanting (rumah-rumah di atas sungai) sebagai bagian dari kebudayaan Kota Palangkaraya untuk dijual sebagai objek wisata.

"Karena bagian dari kebudayaan dan objek wisata, maka keberadaan ’rumah lanting’ ditangani oleh dinas budaya dan pariwisata," kata Kepala Dinas Tata Kota Bangunan dan Pertamanan Kota Palangkaraya Adirama Bahan, Senin (14/9).

Dengan ditangani oleh pemerintah tersebut, maka diharapkan rumah lanting yang ratusan buah jumlahnya itu akan kian menarik hingga menjadi ciri khas kota dan objek wisata.

Adirama menjelaskan, ada aturan untuk membangun rumah pada batas tertentu dari sempadan sungai, namun pengambilan kebijakan sepenuhnya berada pada wali kota.

Pengembangan rumah lanting sebagai kebudayaan berarti membiarkan rumah lanting tersebut tetap berada di tempatnya, namun nantinya ada penataan yang lebih baik atau sesuai dengan tujuan peraturan pemerintah tentang batasan sempadan sungai tersebut.

Menurut dia, kebudayaan rumah lanting tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat yang tinggal di tepian sungai, seperti di Kalimantan Tengah maupun Kalimantan Selatan.

Motivasi masyarakat membangun rumah di atas sungai pada dasarnya adalah motif ekonomi, misalnya di daerah kelurahan Pahandut Seberang, kebanyakan penduduknya berkeramba ikan atau memelihara ikan dalam kotak kayu untuk dijual, tambahnya.

Berdasarkan pengamatan, rumah lanting yang ada di Kota Palangkaraya tersebar sepanjang Kelurahan Tumbang Rungan, Tanjung Pinang, Pahandut Seberang, dan Kabpaten Kapuas yang merupakan daerah pasang surut.

Meskipun belum melakukan pendataan berapa jumlah rumah lanting ini, namun menurut Adirama, jumlahnya tidak bertambah signifikan.

Sementara itu, Adi (30) yang merupakan warga Kelurahan Pahandut Seberang mengaku, aktivitas warga rumah lanting berkisar pada pemeliharaan ikan untuk dijual di pasar serta jasa transportasi penyeberangan.

Adi berharap pemerintah lebih memperhatikan masyarakat rumah lanting dengan kembali menghidupkan aktivitas di sungai terutama dermaga Rambang yang beberapa tahun ini sepi.


Kembali Ke Atas Go down
etoro



Jumlah posting: 6
Join date: 09.07.11

PostSubyek: Re: Rumah Lanting, Potensi Wisata Budaya di Tepi Sungai   Tue Jul 12, 2011 9:24 am

Taman Nasional Danau Sentarum



Taman Nasional Danau Sentarum, setelah sekian lamanya sejak lulus dari bangku SMA sekian belas tahun yang lalu, akhirnya aku berkesempatan mengunjungi tempat ini. Terletak di wilayah yang mencakup tujuh kecamatan, kecamatan Batang Lupar, Kecamatan Badau yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga malaysia, kecamatan Embau, Kecamatan Selimbau, Kecamatan Semitau, Kecamatan Suhaid dan Kecamatan Bunut Hilir memiliki fungsi yang sangat penting bukan hanya bagi Kapuas hulu bahkan bagi Kalimantan barat, sebagai penampung debit air sungai Kapuas ketika meluap dan sebagai penyuplai air ketika sungai Kapuas kering.



Keunikan dan keindahan taman nasional ini tak tidak diragukan lagi, dengan luas 132.000 ha, Taman Nasional ini memiliki keanekaragaman hayati dan hewani yang sungguh luar biasa. Permukaan airnya begitu tenang sehingga kadang mampu memantulkan dengan sempurna obyek-obyek yang ada disekitarnya, namun pada cuaca tertentu akan timbul gelombang besar bertumbukan sehingga tak jarang memakan korban jiwa.



Dari Lanjak, saya dan rekan-rekan dari kecamatan menyewa dua buah speedboat dengan tarif per speed Rp. 250.000,- jadi cukup terjangkau oleh isi kocek anda. Tidak sampai setengah jam kami tiba ke sebuah pulau yang berada ditengah-tengah danau, dari pulau tersebut viewnya akan lebih luar biasa lagi. Sungguh pemandangan yang begitu indah, dan merupakan harga yang pantas untuk jerih payah melalui medan jalan yang rusak berat dari putussibau ke lanjak, terbayar segala lelah oleh lukisan alam yang terpampang didepan mata.



Di masa kini dan masa depan taman nasional ini adalah harapan bagi komunitas lokal yang berdiam diwilayah ini, karena sebagian besar mata pencaharian penduduk lokal adalah nelayan yang menangkap ikan secara tradisional dan juga menggunakan keramba, bahkan madu asli produksi masyarakat lokal hasil binaan LSM riak bumi telah mendapat sertifikasi internasional karena kualitas alaminya, artinya masih memakai cara tradisional dalam produksinya yaitu dengan membiarkan lebah membuat sarang pada batang pohon-pohon besar yang terdapat diwilayah tersebut

dengan bantuan dan pengawasan dari peternak, kualitasnya terjaga karena lebah menghisap nektar alami dari keanekaragaman hayati diwilayah tersebut. Tak heran, disepanjang wilayah tersebut banyak terdapat perkampungan-perkampungan nelayan yang dengan rumah-rumah permanen maupun rumah semi permanen yang dihubungkan oleh gertak-gertak kayu dan lanting-lanting yang khusus memelihara ikan didalam keramba.



Saat Pintu perbatasan Indonesia malaysia dibuka secara resmi, wilayah ini diharapkan menjadi tujuan wisata andalan kabupaten Kapuas hulu dengan melibatkan partisipasi masyarakat local dengan budaya dan adat istiadatnya. Disepanjang jalur lintas utara yang menghubungkan wilayah danau sentarum dengan ibu kota kabupaten, sebagian besar masyarakat asli masih memelihara gaya hidup komunal di rumah panjang karena itu penyebaran pemukiman masih terbatas dan alamnya masih terjaga






Kembali Ke Atas Go down
 

Rumah Lanting, Potensi Wisata Budaya di Tepi Sungai

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Kampung Virtual :: Hobby :: Wisata Kuliner-